Tekankan Mutu Layanan, Keselamatan Pasien, dan Kesiapan Mental
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Dokter Muda (Koas) Periode 41 pada Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung secara bertahap mulai 11 hingga 20 Februari 2026 di FK UMS serta RSUD Dr. Harjono S Ponorogo, dengan melibatkan berbagai rumah sakit jejaring pendidikan.
Pembekalan ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa memasuki pendidikan profesi dokter secara komprehensif, baik dari aspek akademik, profesionalisme, keselamatan pasien, hingga kesiapan mental.
Pada sesi internal FK UMS yang digelar 11–12 Februari 2026, mahasiswa memperoleh penguatan terkait kurikulum pendidikan profesi dokter, kegiatan akademik, serta sistem administrasi dokter muda. Materi disampaikan oleh jajaran pimpinan dan dosen FK UMS.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai Student Safety dan Patient Safety, konseling dokter muda serta etika dan tata tertib dokter muda. Kegiatan ini turut membahas evaluasi KBM, EDOM, AIK, hingga panduan logbook dan laporan IPE.
Memasuki tahap pembekalan di wahana pendidikan, pada Jumat, 13 Februari 2026, RSUD Dr. Harjono S Ponorogo memberikan penguatan terkait standar rumah sakit. Direktur RSUD dr. Harjono S Ponorogo membuka materi dengan pengenalan Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES) serta Integrasi Pendidikan Kesehatan dalam Pelayanan Rumah Sakit (IPKP).
Materi lain yang diberikan meliputi program mutu dan keselamatan pasien, kesiapan mental memasuki pendidikan profesi, serta program Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI). Pada sesi PPI, peserta dibekali konsep dasar pengendalian infeksi, penggunaan peralatan medis dan bahan habis pakai, pengelolaan limbah infeksius, penggunaan alat pelindung diri (APD level 1–3), kebersihan tangan, hingga risiko infeksi. Demonstrasi video penggunaan dan pelepasan APD turut memperkuat pemahaman praktis peserta.
Penguatan sasaran keselamatan pasien juga menjadi fokus penting, mencakup identifikasi pasien secara benar, komunikasi efektif, keamanan obat berisiko tinggi, kepastian lokasi dan prosedur pembedahan, pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan, serta pencegahan risiko jatuh.
Selain itu, peserta memperoleh pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), program keselamatan penggunaan obat termasuk obat NORUM dan LASA, serta perkenalan Komite Koordinasi Pendidikan (KOMKORDIK).
Kegiatan berlanjut pada 19 Februari 2026 di FK UMS dengan materi proteksi kebakaran oleh Diklat RSU Pusat Surakarta, termasuk demonstrasi penggunaan alat pemadam kebakaran dan jalur evakuasi. Tim Code Blue dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta memberikan refreshing Basic Life Support (BLS).
Aspek kesehatan mental tenaga kesehatan di era pandemi COVID-19 juga mendapat perhatian melalui sesi dari RSJD Surakarta yang membahas pencegahan kecemasan, gangguan tidur, dan depresi pada tenaga kesehatan.
Pada hari terakhir, Jumat, 20 Februari 2026, peserta mengikuti muhasabah diri, ikhtiar, dan tawakal dalam menjalani pendidikan profesi yang disampaikan RSUD Magetan. Materi kode etik kedokteran turut diberikan, meliputi etika berperilaku dokter dengan sejawat dan pasien, etika bermedia sosial bagi tenaga medis, serta kerahasiaan rekam medis pasien. Kegiatan ditutup dengan materi Konseling, Informasi, dan Edukasi di fasilitas pelayanan kesehatan oleh Direktur RSUD Sukoharjo.
Melalui rangkaian pembekalan ini, FK UMS berharap calon dokter muda memiliki kesiapan akademik, profesional, mental, serta komitmen kuat terhadap mutu layanan dan keselamatan pasien sebelum memasuki pendidikan klinik di rumah sakit jejaring.
