Pimpinan
Tata kelola reliabel dan akuntabel berbasis good governance.
Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV
FK UMS adalah tempat yang terbaik untuk belajar kedokteran dengan basis islami yang diintegrasikan pada kedokteran keluarga seperti kurikulum pembelajaran. Sehingga FK UMS banyak melahirkan dokter yang berkompeten serta memiliki moral keislaman yang kuat.
Wakil Dekan
WAKIL DEKAN 1
dr. Ratih Pramuningtyas, Sp.DVE., FINSDV, FAADV.
- Akademik
- Penelitian
- Publikasi
- Hak Kekayaan Intelektual
- Paten
- Sumber Daya Manusia
WAKIL DEKAN II
dr. Erika Diana Risanti, M.Sc., AHK
- Keuangan
- Sarana Prasarana
- Sistem Informasi
- Kerja Sama
- Urusan Internasional
WAKIL DEKAN III
dr. Sulistyani, Sp.N.
- Kemahasiswaan
- Alumni
- Pengabdian Masyarakat
- Al-Islam
- Pengkaderan
Departemen
Fakultas Kedokteran
Untuk mewujudkan visi sebagai fakultas kedokteran islami yang unggul di bidang kedokteran keluarga, Fakultas Kedokteran UMS mengorganisir strukturnya ke dalam berbagai Departemen Keilmuan yang solid. Departemen-departemen ini berfungsi sebagai pilar utama dalam penyelenggaraan kurikulum terintegrasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat, memastikan bahwa setiap aspek pendidikan kedokteran, mulai dari ilmu dasar hingga klinis dan kedokteran keluarga, tersampaikan dengan kompeten dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Departemen Biomedik
Departemen Biomedik FK UMS berfokus pada pengembangan ilmu dasar kedokteran melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi ilmiah. Juga memastikan mahasiswa memiliki dasar pengetahuan yang kuat untuk memahami proses biologis dan fisiologis tubuh manusia.
Departemen Klinis
Departemen Klinis FK UMS menyelenggarakan pendidikan klinik yang komprehensif melalui kolaborasi dengan berbagai rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan. Bertujuan membentuk dokter yang kompeten dalam penegakan diagnosis, tata laksana, dan pengambilan keputusan klinis berbasis bukti.
Departemen Kesehatan Masyarakat & Kedokteran Keluarga
Departemen ini berfokus pada upaya promotif, preventif, dan pendekatan holistik terhadap kesehatan individu maupun komunitas. Mahasiswa dibina agar mampu untuk menerapkan prinsip kedokteran keluarga dan kesehatan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.