Kedokteran

Dukung Pencegahan Stunting, FK UMS Gelar APKKM di Puskesmas Kalijambe Sragen

Komitmen mencegah stunting terus dilakukan oleh FK UMS. Kali ini melalui edukasi kepada kader dan tenaga kesehatan di Puskesmas Kalijambe, Sragen.

ditulis pada
23 Desember 2025

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Muhammadiyah (APKKM). 

Kegiatan yang terselenggara atas hibah APKKM ini dilakukan dengan menggelar edukasi pencegahan stunting di Puskesmas Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Acara itu turut menghadirkan dua orang narasumber dari FK UMS, yakni dr. Restu Triwulandani Tolibin, Sp.A. dan dr. Nining Lestari, M.P.H., FISPH., FISCM.

“Sasaran kegiatan kami adalah kader desa dan petugas kesehatan di layanan primer,” terang Restu saat dihubungi pada Jumat (2/1/2026). 

Restu turut menjelaskan kepada peserta mengenai apa itu stunting dan penyebabnya. Menurut dia, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Pencegahannya perlu dilakukan sejak dini dengan memantau pertumbuhan dan deteksi awal perlambatan pertambahan berat badan bayi. 

Ia menegaskan Kecamatan Kalijambe diharapkan mampu menurunkan angka stunting pada balita hingga kurang dari 10 persen. “Peran aktif kader dan tenaga kesehatan menjadi sangat krusial dalam pendampingan edukasi nutrisi pada keluarga dan balita,” imbuh dia.

Restu membeberkan jumlah kasus stunting di Kecamatan Kalijambe tahun 2025 berkisar 10-13 persen. “Per November kemarin sebanyak 11 persen atau sekitar 308 anak,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Nining Lestari menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak seribu hari pertama kehidupan. Masa seribu hari pertama itu harus diisi dengan perbaikan gizi ibu dan anak, pemberian air susu ibu (ASI) dan makanan pengganti ASI yang tepat, serta pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal.

Dosen FK UMS berfoto bersama kader desa dan petugas kesehatan di Puskesmas Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, 23 Desember 2025. Dok.Pribadi

“Pengenalan pangan lokal ini sebagai upaya edukasi dan intervensi gizi untuk jabang bayi,” ujar Nining. 

Nining mengatakan pengentasan stunting tidaklah mudah. Kurangnya akses nutrisi yang cukup dan seimbang, pendidikan dan kesadaran tentang gizi, akses layanan kesehatan, serta masalah sanitasi dan kebersihan lingkungan masih menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mencegah stunting. 

Perlu upaya komprehensif dan terkoordinasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi nonpemerintah, dan masyarakat. “Dengan edukasi dan partisipasi masyarakat yang aktif, diharapkan angka stunting dapat ditekan dan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat serta berkembang dengan optimal,” harap Nining optimis.

Kegiatan yang digelar pada 23 Desember 2025 ini menjadi langkah FK UMS untuk memperkuat kapasitas kader dan petugas kesehatan sebagai garda terdepan pencegahan stunting. Sejalan dengan tagline Puskesmas Kalijambe, “Cegah Stunting Itu Penting”. 

“Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung percepatan pencapaian target penurunan stunting secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan,” pungkas Nining.

Artikel Terkait

Gagas Biomarker Osteoporosis, Mahasiswa FK UMS Raih Juara Lomba Esai Ilmiah Nasional

Surakarta – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim yang beranggotakan Zahirah Mentari Supriyono dan Rahma Cloudita Puspita Dewi berhasil meraih Juara II pada Lomba Esai Ilmiah MAJESTYNAS. Kompetisi yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengangkat karya ilmiah berjudul “Proposed Mechanism: Potensi […]

FGD FK UMS dan Syukuran Akreditasi Internasional FK UMS

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dan tasyakuran pada Jumat (26/6/2026) di lingkungan kampus UMS. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas dua pencapaian monumental yang baru saja diraih oleh institusi. Prestasi pertama adalah keberhasilan FK UMS meraih akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Agency for Higher […]

Perkuat Literature Review, FK UMS dan FK UMMat Manfaatkan Rayyan AI

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMat) menyelenggarakan pelatihan Praktik Rayyan AI untuk Literature Review secara daring, Jumat (26/6/2026). Kegiatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam memanfaatkan akal imitasi (AI) untuk mendukung penyusunan kajian pustaka yang lebih efektif, sistematis, dan berbasis bukti. Pelatihan […]