Surakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih akademisi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam ajang internasional International Symposium on Maternal Obstetric Anesthesia and Critical Care (ISMOAC) 2026. Dosen FK UMS, dr. Adam Fauzi Akbar, M.Biomed., berhasil meraih penghargaan E-Poster Terbaik kategori Systematic Review/Original Article melalui riset bertajuk “Artificial Intelligence in Obstetric Critical Care: A Bibliometric Analysis of Global Research Trends”.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi ilmiah FK UMS dalam pengembangan riset berbasis teknologi kesehatan, khususnya pemanfaatan akal imitasi (AI) di bidang obstetri critical care.
Adam menjelaskan, penelitiannya merupakan studi bibliometrik yang memetakan perkembangan riset global terkait pemanfaatan AI pada bidang obstetri critical care. Penelitian dilakukan menggunakan database Scopus dan divisualisasikan melalui aplikasi VOSviewer untuk melihat tren publikasi hingga kolaborasi antarpeneliti di dunia.
“Penelitian ini berfokus pada perkembangan topik-topik penelitian yang paling berkembang, khususnya terkait preeklampsia, maternal critical illness, dan model prediksi berbasis machine learning,” ujar Adam saat ditemui pada Jumat (15/5/2026).
Ia menuturkan, proses penelitian dimulai dari penyusunan strategi pencarian literatur di Scopus, kemudian dilanjutkan dengan seleksi dan ekstraksi data publikasi. Data tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan perangkat bibliometrik untuk memetakan hubungan antar-keyword dan tren penelitian global.

“Setelah hasil analisis diperoleh, informasi disusun menjadi poster ilmiah yang ringkas namun tetap informatif, dengan fokus pada visualisasi data agar mudah dipahami oleh peserta simposium internasional,” jelasnya.
Menurut Adam, perkembangan AI di bidang obstetri critical care memiliki potensi besar dalam membantu tenaga medis melakukan deteksi dini dan prediksi komplikasi kehamilan berisiko tinggi. Teknologi tersebut dinilai mampu mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat dan akurat.
“AI memiliki potensi besar dalam membantu deteksi dini dan prediksi komplikasi kehamilan berisiko tinggi, seperti preeklampsia, perdarahan post partum, maupun kondisi maternal kritis lainnya,” imbuh dia.
Ia menambahkan, kemampuan AI dalam menganalisis data kompleks secara cepat dapat membantu meningkatkan keselamatan pasien serta menekan angka morbiditas dan mortalitas ibu.
Prestasi yang diraih di ISMOAC 2026 itu sekaligus memperkuat kiprah FK UMS dalam pengembangan riset berbasis evidence-based medicine di tingkat internasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai integrasi AI dalam bidang kedokteran, termasuk obstetri critical care, semakin relevan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih modern, presisi, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tutup Adam. (GE)