Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui tim Pengabdian Masyarakat Internasional menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Halal Literacy and Healthy Lifestyles for Thailand’s Java Mosque Congregation” di Masjid Jawa, Bangkok, Thailand, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi halal sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Program yang terlaksana melalui kerja sama UMS, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand, dan Masjid Jawa Bangkok tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah masjid serta masyarakat Kampung Jawa di Thailand.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Cooking Class Tempe yang dipandu oleh Emi Erawati, S.T., M.Eng. Pada sesi ini, peserta diajak mempelajari proses pembuatan tempe mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga pengolahannya menjadi makanan sehat dan bernilai gizi tinggi.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan seminar kesehatan bertema “Halal and Thayyib: Simple Steps for a Healthy Family” yang disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran UMS, Dr. dr. Anika Candrasari, M.Kes., Sp.KKLP. Materi tersebut mengangkat pentingnya penerapan konsep halal dan thayyib sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga dan mencegah berbagai penyakit.

Saat diwawancarai, Anika menjelaskan tema yang diangkat selaras dengan kompetensinya di bidang kedokteran keluarga, khususnya aspek pencegahan penyakit melalui pengendalian faktor risiko kesehatan.
“Konsep halalan thayyiban sangat relevan diterapkan di negara dengan penduduk muslim minoritas. Masyarakat perlu memahami bahwa makanan yang dikonsumsi tidak hanya halal, tetapi juga thayyib, yaitu aman, bergizi, dan tidak membahayakan kesehatan,” ujarnya secara daring, Kamis (4/6/2026). Ia menilai hal tersebut sejalan dengan prinsip pencegahan penyakit dalam kedokteran keluarga.
Menurut Anika, edukasi kesehatan sederhana perlu terus diberikan agar masyarakat mampu menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan keluarga. Karena itu, peserta tak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga diajak memahami langkah-langkah praktis menjaga kesehatan.
“Harapannya, peserta dapat menyiapkan makanan yang halal dan thayyib bagi keluarganya meskipun berada di negara minoritas muslim. Selain itu, mereka juga dapat melakukan skrining sederhana terhadap risiko gangguan metabolik, misalnya melalui pengukuran lingkar perut anggota keluarga,” katanya.
Sebagai salah satu pemateri, Anika berharap kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat ini dapat terus berkembang, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen UMS dalam mengembangkan dakwah, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam yang berkemajuan. (GE)