Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMat) menyelenggarakan pelatihan Praktik Rayyan AI untuk Literature Review secara daring, Jumat (26/6/2026). Kegiatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam memanfaatkan akal imitasi (AI) untuk mendukung penyusunan kajian pustaka yang lebih efektif, sistematis, dan berbasis bukti.
Pelatihan menghadirkan Ketua Medical Education Unit (MEU) FK UMS, Dr. dr. Burhannudin Ichsan, M.Med.Ed., M.Kes., MKM., sebagai narasumber, dengan moderator Dr. dr. Dodik Nursanto, M.Biomed.
Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh pendampingan praktik menggunakan Rayyan AI, platform berbasis akal imitasi yang dirancang untuk membantu proses penyaringan artikel ilmiah dalam penyusunan systematic review maupun literature review. Narasumber juga memberikan panduan mengenai strategi pemanfaatan AI secara tepat agar proses telaah literatur menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas analisis ilmiah.
Burhannudin mengatakan perkembangan teknologi AI perlu direspons secara positif oleh kalangan akademisi, khususnya peneliti di bidang kesehatan. Menurutnya, AI dapat membantu mempercepat pekerjaan yang bersifat teknis sehingga peneliti memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan analisis dan menghasilkan temuan yang bermakna.

“Rayyan AI bukan untuk menggantikan peran peneliti, tetapi menjadi alat bantu agar proses literature review lebih cepat, sistematis, dan akurat,” jelasnya. Dengan demikian, dosen dapat lebih fokus pada analisis kritis, penyusunan sintesis bukti, serta pengembangan kebaruan penelitian yang memiliki dampak bagi masyarakat.
Ia menambahkan, kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi kompetensi yang semakin penting dalam dunia akademik. Oleh karena itu, pelatihan semacam ini diharapkan dapat mendorong dosen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas penelitian yang dihasilkan.
Melalui kolaborasi antara FK UMS dan FK UMMat, kedua fakultas berharap tercipta budaya riset yang semakin kuat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan AI secara bertanggung jawab diharapkan mampu mendukung lahirnya publikasi ilmiah yang lebih berkualitas, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan berbasis evidence. (GE)