Sukoharjo – Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Koordinasi dan Sarasehan Hasil Akreditasi International Accreditation Agency for Higher Education in Health (IAAHEH) bersama RSUD Sukoharjo, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Komite Medik RSUD Sukoharjo itu menjadi forum evaluasi sekaligus penyelarasan pelaksanaan pendidikan profesi dokter di rumah sakit pendidikan.
Rapat dihadiri Tim Program Studi Profesi Dokter FK UMS, Medical Education Unit (MEU) FK UMS, Koordinator Pendidikan (Kordik), serta Dokter Pendidik Klinis (Dodiknis) RSUD Sukoharjo. Melalui forum tersebut, kedua institusi membahas berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran klinik mahasiswa profesi dokter.
Ketua Program Studi Profesi Dokter FK UMS, dr. Iin Novita Nur Mahmudah, Sp.PD., mengatakan rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara fakultas dan rumah sakit pendidikan dalam menjaga mutu pendidikan klinik.
“Rumah sakit pendidikan merupakan mitra strategis dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa profesi dokter. Karena itu, melalui rapat koordinasi ini kami ingin menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran, sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan agar kualitas pendidikan klinik terus meningkat,” ujarnya.
Salah satu agenda utama rapat adalah evaluasi implementasi kurikulum pendidikan profesi dokter. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai capaian, tantangan, dan peluang perbaikan selama proses pembelajaran klinik. Masukan dari Kordik maupun Dodiknis menjadi bagian penting dalam penyempurnaan sistem pendidikan agar tetap relevan dengan perkembangan pelayanan kesehatan dan kebutuhan mahasiswa.
Selain evaluasi, peserta juga membahas implementasi kurikulum baru FK UMS yang menitikberatkan pada penguatan kompetensi akademik, keterampilan klinis, profesionalisme, keselamatan pasien, komunikasi efektif, kolaborasi interprofesional, hingga kemampuan pengambilan keputusan klinis.
Menurut Iin, sinkronisasi antara kurikulum yang dirancang di fakultas dengan pelaksanaannya di rumah sakit menjadi kunci tercapainya capaian pembelajaran lulusan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan standar kompetensi dokter Indonesia. Keselarasan antara kurikulum fakultas dan implementasinya di wahana pendidikan akan menghasilkan proses pembelajaran yang lebih terarah, konsisten, dan bermutu,” katanya.
Rapat koordinasi juga membahas persiapan pelaksanaan stase Emergency Medicine yang akan menjadi bagian dari pengembangan kurikulum Program Studi Profesi Dokter FK UMS. Pembahasan meliputi tujuan pembelajaran, ruang lingkup kompetensi, kesiapan wahana pendidikan, mekanisme supervisi, hingga sistem penilaian mahasiswa selama menjalani stase tersebut.
Di samping itu, sarasehan hasil akreditasi IAAHEH dimanfaatkan sebagai forum refleksi terhadap berbagai rekomendasi yang diperoleh FK UMS saat menjalani proses akreditasi internasional. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan tindak lanjut untuk memperkuat tata kelola pendidikan klinik, meningkatkan kualitas supervisi, menyempurnakan sistem asesmen mahasiswa, serta memperkuat aspek keselamatan peserta didik dan pasien. (GE)