Kedokteran

Dekan FK UMS Bagikan Praktik Baik Akreditasi Internasional di Forum Nasional AIPKI

ditulis pada
20 Juli 2026

Surakarta – Keberhasilan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih akreditasi internasional Fully Accredited dari International Accreditation Agency for Higher Education (IAAHEH) menjadi perhatian nasional. Pengalaman tersebut dibagikan langsung oleh Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.D.V.E., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., dalam Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) 2026 yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) di Aula IMERI FK UI, Jakarta pada Sabtu (18/7/2026).

Flora Ramona tampil sebagai narasumber pada Diskusi Panel 3 bertajuk Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Kedokteran di Indonesia: From Policy to Practice. Ia memaparkan materi berjudul “Penjaminan Mutu sebagai Penggerak Transformasi: Perjalanan FK UMS Menuju Akreditasi Internasional”.

Dalam paparannya, Flora mengulas perjalanan FK UMS sejak berdiri pada 2004 hingga berhasil memperoleh status Fully Accredited IAAHEH pada 2026. Capaian tersebut menjadikan FK UMS sebagai fakultas kedokteran swasta pertama dan fakultas kedokteran kedua di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut.

Menurut Flora, keberhasilan itu lahir dari kolaborasi seluruh elemen di lingkungan fakultas, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dokter muda, hingga para mitra eksternal dan dukungan penuh universitas.

Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.D.V.E., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV. saat memaparkan materi. Dok.Pribadi

“Praktik baik yang kami lakukan sebenarnya sederhana, yaitu kerja bersama. Prestasi ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan kolaborasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, coass, stakeholder eksternal, serta dukungan penuh dari suprasistem universitas,” ujarnya saat ditemui pada Senin (20/7/2026).

Forum Dekan AIPKI 2026 menjadi ajang berbagi pengalaman antar-fakultas kedokteran di Indonesia dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan. Flora mengungkapkan, FK UMS dipercaya menjadi salah satu contoh best practice karena dinilai mampu membuktikan bahwa perguruan tinggi swasta yang relatif muda juga mampu bersaing di tingkat internasional.

Flora berharap pengalaman FK UMS dapat menjadi motivasi bagi fakultas kedokteran lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tanpa merasa tertinggal.

“Kami ingin memberikan harapan bahwa fakultas kedokteran swasta yang usianya masih relatif muda pun dapat mencapai standar internasional. Setiap fakultas memiliki tantangan yang berbeda, sehingga jangan sampai kehilangan semangat untuk terus berkembang,” katanya.

Selain keberhasilan memperoleh akreditasi internasional, Flora juga menjelaskan bahwa FK UMS menjadi fakultas kedokteran pertama di Indonesia yang menerapkan sistem bundling accreditation, yakni pelaksanaan akreditasi internasional dan nasional secara bersamaan untuk Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Profesi Dokter.

Model tersebut dinilai lebih efisien karena seluruh proses penjaminan mutu dilakukan secara terintegrasi dalam satu siklus akreditasi.

“FK UMS menjadi yang pertama di Indonesia yang mencoba sistem bundling, sehingga dalam satu proses kami menjalani akreditasi internasional sekaligus akreditasi nasional untuk dua program studi. Ini merupakan pengalaman baru yang kemudian banyak menarik perhatian institusi lain,” jelas Flora.

Keberhasilan tersebut juga berdampak pada meningkatnya minat berbagai fakultas kedokteran untuk belajar ke FK UMS. Hingga saat ini, menurut Flora, sejumlah institusi telah mengajukan kunjungan studi banding guna mempelajari strategi penjaminan mutu dan proses menuju akreditasi internasional. 

Beberapa di antaranya telah terlaksana, seperti kunjungan dari FK Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan FK Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).

Melalui forum nasional ini, FK UMS berharap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan kedokteran lain dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. (GE)

Artikel Terkait

Pelatihan BHD: Kolaborasi FK UMS dan IKADO FK UMS – Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Satpam dan Non-Medis

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) melalui Program Studi Profesi Pendidikan Dokter menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support (BLS) bagi tenaga non-medis di lingkungan UMS. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026, di halaman FK UMS Kampus 4 ini menyasar seluruh satuan pengamanan (satpam) dari UMS dan […]

FK UMS Terima Studi Banding FK Unjani, Bahas Akreditasi Internasional hingga OBE

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani), Rabu (22/7/2026). Kunjungan yang diikuti 29 peserta dari Program Studi Kedokteran Tahap Sarjana FK Unjani ini menjadi ajang berbagi praktik baik dalam pengembangan mutu pendidikan kedokteran. Rombongan dipimpin langsung oleh Dekan FK Unjani, […]

FK UMS Kukuhkan 79 Dokter Baru, Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Surakarta – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melantik dan mengambil sumpah dokter baru Angkatan LIX Tahun 2026 dalam prosesi yang berlangsung di Ballroom Hotel Alana, Colomadu, Karanganyar, Selasa (21/7/2026). Momentum tersebut menjadi penanda lahirnya dokter-dokter baru yang diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan semangat pengabdian kepada […]