Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani), Rabu (22/7/2026). Kunjungan yang diikuti 29 peserta dari Program Studi Kedokteran Tahap Sarjana FK Unjani ini menjadi ajang berbagi praktik baik dalam pengembangan mutu pendidikan kedokteran.
Rombongan dipimpin langsung oleh Dekan FK Unjani, Dr. dr. Iis Inayati Rakhmat, M.Kes., dan disambut Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV.
Pertemuan berfokus pada pembahasan sejumlah isu strategis pendidikan kedokteran, meliputi implementasi akreditasi internasional, Outcome-Based Education (OBE), serta programmatic assessment sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan.
Dekan FK UMS, Flora, mengatakan studi banding menjadi ruang bagi institusi pendidikan untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang terus berkembang.

“Kami meyakini bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri. Melalui studi banding seperti ini, setiap institusi dapat saling berbagi praktik baik, berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi, sekaligus mencari solusi bersama untuk menghasilkan pendidikan kedokteran yang semakin berkualitas,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, FK UMS berbagi pengalaman mengenai proses menuju akreditasi internasional, pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome-Based Education), hingga implementasi sistem penilaian yang berorientasi pada perkembangan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan melalui programmatic assessment.
Sementara itu, delegasi FK Unjani juga berdiskusi mengenai berbagai strategi penguatan tata kelola pendidikan, sistem penjaminan mutu, serta pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kesehatan.
Menurut Flora, kolaborasi antarfakultas kedokteran memiliki peran penting dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan dokter di Indonesia. Berbagi pengalaman antarinstitusi dinilai mampu memperkaya perspektif sekaligus memperkuat inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan.
“Harapan kami, silaturahmi akademik ini tidak berhenti pada kunjungan studi banding saja, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ucap dia.
Melalui kegiatan ini, FK UMS dan FK Unjani berharap dapat terus mempererat kerja sama antarinstitusi sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pendidikan kedokteran. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia sekaligus menghasilkan lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (GE)