Kedokteran

Angkat Isu Osteoporosis, Mahasiswa FK UMS Sabet Juara 3 Lomba Poster Nasional

ditulis pada
11 Mei 2026

Surakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS). Dua mahasiswa FK UMS, Aulia Isnawatul Sholekah dan Dina Ayu Aprilia, berhasil meraih Juara 3 dalam kategori Lomba Poster Publik Ilmiah pada ajang FARMTASTIC 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun pada 9 Mei 2026.

Kompetisi tersebut mengangkat tema penyakit degeneratif. Aulia dan Dina memilih mengangkat isu osteoporosis melalui poster berjudul “Tips Tulang Baja: Tetap Produktif di Usia Tua”.

Karya tersebut berisi edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda agar tetap sehat, aktif, dan produktif saat memasuki usia lanjut.

Aulia Isnawatul Sholekah, mahasiswa semester 6 FK UMS, menjelaskan pemilihan topik osteoporosis dilatarbelakangi tingginya prevalensi penyakit tersebut di Indonesia serta masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan sejak dini.

“Kami memilih osteoporosis karena penyakit ini masih cukup banyak terjadi di Indonesia dan sering disebut sebagai silent disease. Banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami osteoporosis karena gejalanya tidak terlalu terlihat pada tahap awal, padahal kepadatan tulangnya sudah menurun,” ujarnya secara daring, Senin (11/5/2026).

Dalam proses persiapan lomba, tim menyusun konsep poster mulai dari pemilihan materi, referensi ilmiah, hingga desain visual. Mereka menggunakan dominasi warna biru dan hijau untuk menciptakan tampilan yang menarik dan mudah dipahami masyarakat.

Pada tahap final, keduanya juga menyiapkan materi presentasi dalam bentuk cerita pendek yang disesuaikan dengan isi poster. Melalui poster tersebut, Aulia dan Dina ingin mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan osteoporosis, termasuk penerapan pola hidup sehat sejak usia muda.

Selain itu, mereka juga memberikan informasi bagi lansia yang telah mengalami osteoporosis agar tetap menjaga kualitas hidup dan mencegah perburukan kondisi.

“Harapan kami, poster ini dapat menjadi media edukasi yang membantu menurunkan angka osteoporosis di Indonesia dan mendorong lebih banyak lansia tetap produktif di usia tua. Kami juga ingin terus berkembang melalui berbagai kompetisi serta turut mengharumkan nama Fakultas Kedokteran UMS,” kata Aulia.

Prestasi ini menambah deretan capaian mahasiswa FK UMS sekaligus menunjukkan bahwa media edukasi kesehatan dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit. (GE)

Artikel Terkait

Gagas Biomarker Osteoporosis, Mahasiswa FK UMS Raih Juara Lomba Esai Ilmiah Nasional

Surakarta – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim yang beranggotakan Zahirah Mentari Supriyono dan Rahma Cloudita Puspita Dewi berhasil meraih Juara II pada Lomba Esai Ilmiah MAJESTYNAS. Kompetisi yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengangkat karya ilmiah berjudul “Proposed Mechanism: Potensi […]

FGD FK UMS dan Syukuran Akreditasi Internasional FK UMS

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dan tasyakuran pada Jumat (26/6/2026) di lingkungan kampus UMS. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas dua pencapaian monumental yang baru saja diraih oleh institusi. Prestasi pertama adalah keberhasilan FK UMS meraih akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Agency for Higher […]

Perkuat Literature Review, FK UMS dan FK UMMat Manfaatkan Rayyan AI

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMat) menyelenggarakan pelatihan Praktik Rayyan AI untuk Literature Review secara daring, Jumat (26/6/2026). Kegiatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam memanfaatkan akal imitasi (AI) untuk mendukung penyusunan kajian pustaka yang lebih efektif, sistematis, dan berbasis bukti. Pelatihan […]