Surakarta – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Evaluasi Kurikulum FK UMS 2026 di Ruang AR Fachruddin, lantai 3 FK UMS pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan menjadi bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan kedokteran agar tetap adaptif terhadap perkembangan layanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat.
Evaluasi kurikulum dihadiri pimpinan dekanat, pimpinan program studi, GPM-UPM, koordinator blok, hingga panitia pelaksana. Sejumlah agenda strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari kesepakatan perubahan jumlah SKS blok, penentuan SKS Program Profesi, hingga evaluasi dan pengembangan kurikulum berkelanjutan.
Wakil Dekan I FK UMS, dr. Burhanuddin Ichsan, M.Med.Ed., mengatakan evaluasi kurikulum menjadi langkah penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan relevan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan tantangan layanan kesehatan saat ini.
“Evaluasi kurikulum dilakukan agar proses pendidikan kedokteran di FK UMS tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, dan kebutuhan masyarakat,” ujar Burhan secara daring, Rabu (13/5/2026).
Burhan menjelaskan, perubahan kurikulum tidak hanya berfokus pada penyesuaian jumlah SKS, tetapi juga menyangkut penguatan kompetensi lulusan agar mampu menghadapi dinamika dunia kesehatan yang terus berkembang. Menurutnya, pendidikan kedokteran harus mampu menyiapkan calon dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan pelayanan yang komprehensif.
“Kami ingin memastikan lulusan FK UMS memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masa kini, termasuk penguatan aspek kedokteran keluarga dan pelayanan yang berorientasi pada pasien,” jelas dia.
Selain itu, evaluasi kurikulum juga diarahkan untuk mendukung pengembangan pembelajaran berbasis mutu yang terintegrasi dengan nilai-nilai kedokteran islami. FK UMS menilai pembaruan kurikulum secara berkala penting dilakukan agar sistem pendidikan mampu menjawab tantangan global di bidang kesehatan.
Dirinya menyinggung, keterlibatan berbagai unsur dalam evaluasi kurikulum menjadi bagian dari proses pengembangan yang berkelanjutan dan kolaboratif.
“Melalui evaluasi ini, kami berharap proses pembelajaran di FK UMS semakin berkualitas dan mampu menghasilkan dokter yang profesional, humanis, serta memiliki integritas,” tutupnya. (GE)