Surakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar Bhaskara Manggala Mengabdi 2026 di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, pada 10-11 Juli 2026. Mengusung tema AMERTA (Aspiration, Meaningful, Service, Empathy, Responsibility, Togetherness, Action), kegiatan ini memadukan penguatan solidaritas internal mahasiswa dengan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi dan pelayanan kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upgrading dan malam keakraban (makrab) yang bertujuan mempererat hubungan antarpengurus BEM FK UMS. Selanjutnya, mahasiswa terjun langsung ke masyarakat melalui program Community Development (Comdev) dan Pos Kesehatan (Poskes) yang melibatkan Puskesmas Ngargoyoso, kader kesehatan, serta warga Desa Berjo.
Koordinator kegiatan, Muhammad Ariq Sulistyo, menjelaskan Bhaskara Manggala Mengabdi merupakan program unggulan dari Kabinet Mengabdi BEM FK UMS. “Program unggulan Kabinet Mengabdi yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kapasitas mahasiswa dalam satu rangkaian kegiatan yang saling mendukung,” ujarnya saat ditemui pada Senin (13/7/2026).
Ariq menerangkan, kegiatan upgrading difokuskan untuk membangun komunikasi, rasa kekeluargaan, solidaritas, dan kerja sama antarpengurus BEM. Sementara itu, Community Development diarahkan pada pemberdayaan ibu kader kesehatan melalui edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian diabetes melitus agar mampu menjadi penggerak kesehatan secara mandiri di lingkungan masyarakat.
Adapun melalui Pos Kesehatan, mahasiswa memberikan pemeriksaan kesehatan dasar dan skrining secara gratis kepada masyarakat Desa Berjo. Kegiatan promotif dan preventif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa mengasah keterampilan klinis dan komunikasi dengan masyarakat.
Menurut Ariq, Desa Berjo dipilih karena merupakan desa binaan BEM FK UMS yang selama ini menjadi mitra dalam berbagai program pengabdian.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial.
“Melalui Kabinet Mengabdi, kami berharap mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta pengabdian kepada masyarakat. Kami juga ingin hubungan dengan masyarakat Desa Berjo terus berlanjut sehingga tercipta dampak positif berupa peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Ariq. (GE)