Surakarta – Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. dr. Burhannudin Ichsan, M.Med.Ed., M.Kes., M.K.M., kembali memperoleh kepercayaan di tingkat akademik nasional. Ia didapuk sebagai Penguji Pakar Luar pada Ujian Tertutup Disertasi Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa (14/7/2026).
Dalam sidang tersebut, Burhannudin menguji disertasi karya Dr. Siti Nunung Nurjannah, S.ST., M.K.M., yang berjudul Model Promosi Kesehatan, Pemberdayaan Keluarga, dan Budaya Lokal pada Perilaku Pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Kuningan. Penelitian tersebut mengangkat pentingnya pendekatan promosi kesehatan yang memadukan pemberdayaan keluarga dan kearifan lokal untuk meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif.
Kepercayaan yang diberikan UNS kepada dosen FK UMS menjadi bentuk pengakuan terhadap kompetensi akademik dan kepakaran yang dimiliki sivitas akademika FK UMS. Selain itu, keterlibatan dosen sebagai penguji eksternal turut memperkuat sinergi antarinstitusi dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

Burhannudin mengatakan, kolaborasi akademik seperti ini menjadi ruang yang penting untuk saling bertukar gagasan sekaligus menjaga kualitas penelitian pada jenjang doktor.
“Menjadi penguji disertasi di perguruan tinggi lain merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk berbagi perspektif ilmiah. Melalui forum seperti ini, kami dapat saling menguatkan budaya akademik dan memastikan penelitian yang dihasilkan memiliki kualitas metodologis yang baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya saat wawancara, Jumat (17/7/2026).
Ia menilai topik yang diangkat dalam disertasi tersebut relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan program ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, tetapi juga dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat.
“Promosi kesehatan akan lebih efektif apabila dikembangkan dengan memperhatikan konteks budaya lokal dan melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung utama. Pendekatan seperti inilah yang diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif,” tambahnya.
Burhannudin berharap kolaborasi antara FK UMS dan UNS dapat terus berkembang, tidak hanya melalui keterlibatan dosen sebagai penguji, tetapi juga dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan pendidikan kedokteran. (GE)