Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMAT) menyelenggarakan Workshop Literature Review di Hotel Novotel Solo, Rabu (10/6/2026). Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi akademik dan kemampuan penelitian dosen, khususnya dalam menyusun literature review yang sistematis, berkualitas, dan berbasis bukti ilmiah.
Workshop diikuti dosen dari kedua institusi dan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. dr. Burhannudin Ichsan, M.Med.Ed., M.Kes. serta Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes., Sp.KKLP., FISQua., FISPH., FISCM.

Pada sesi pertama, Burhannudin membahas jenis dan karakteristik literature review serta tahapan skrining hasil pencarian literatur.
“Materi yang saya sampaikan membantu peneliti mampu menyusun kajian pustaka yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujar Burhannudin.
Sementara pada sesi kedua, Yusuf Alam memaparkan penulisan literature review menggunakan metode SANRA, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan akal imitasi (AI) dalam proses penelitian.
Menurutnya, perkembangan teknologi memungkinkan peneliti mengelola literatur ilmiah secara lebih efektif di tengah meningkatnya jumlah publikasi medis setiap hari.

“Saat ini setiap harinya ada ribuan artikel medis baru yang terbit di seluruh dunia. Jika menggunakan cara konvensional, proses memilah dan menganalisis literatur bisa memakan waktu sangat lama,” kata Yusuf.
Pemanfaatan AI dalam penelitian tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran peneliti. Bagi Yusuf, teknologi seperti ChatGPT, Gemini, DeepSeek, dan lainnya dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi proses penyusunan literature review, mulai dari pencarian referensi hingga pengelolaan data ilmiah dari berbagai pangkalan data bereputasi.
Melalui workshop ini, FK UMS berharap semakin banyak dosen yang mampu menghasilkan publikasi dan penelitian berkualitas, serta memperkuat budaya riset yang unggul dan berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun kesehatan masyarakat. (GE)