Kedokteran

FK UMS Gandeng Puskesmas Gatak Perkuat Deteksi Dini TB Melalui Program STECU

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat FKTP dalam memutus rantai penularan tuberkulosis melalui pendekatan sistematis dan terpadu.

ditulis pada
15 Desember 2025

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menunjukkan komitmen nyatanya dalam bidang kesehatan masyarakat melalui kolaborasi strategis bersama Puskesmas Gatak, Sukoharjo. Keduanya menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan intensif bertajuk “Lawan Tuberculosis dengan STECU” (Sosialisasi, Testing, Edukasi, Cegah, dan Upaya Terpadu) pada Senin (15/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di aula Puskesmas Gatak ini dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman serta peran vital tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TB) di wilayah Sukoharjo.

Hadir sebagai narasumber sekaligus pendamping kegiatan, dr. Nining Lestari, MPH dan dr. Restu Tri Wulandani Tolibin, Sp.A. Keduanya memberikan pemaparan komprehensif mengenai strategi penanganan TB, mulai dari sisi kebijakan kesehatan masyarakat hingga penanganan klinis pada pasien anak dan dewasa.

Dalam sambutannya, tim pengabdian masyarakat FK UMS menekankan bahwa STECU bukan sekadar slogan, melainkan langkah konkret yang harus dijalankan secara berkesinambungan.

  • Sosialisasi dan Edukasi: bertujuan membedah stigma negatif TB di masyarakat.
  • Testing dan Cegah: berfokus pada penemuan kasus secara aktif.
  • Upaya Terpadu: menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pasien menyelesaikan masa pengobatan hingga tuntas.

Rangkaian acara disusun secara sistematis untuk mengukur efektivitas penyaluran informasi. Dimulai dengan pre-test untuk memetakan pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi sesi pertama. Untuk menjaga antusiasme peserta, sesi ice breaking diselipkan di tengah acara sebelum memasuki materi kedua yang lebih teknis. Kegiatan diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman para tenaga kesehatan yang hadir.

Perwakilan FK UMS menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk implementasi dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam pengabdian masyarakat.

“Melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor seperti ini, kami berharap dapat memperkuat upaya bersama dalam memutus rantai penularan TB. Penguatan di level Puskesmas sangat krusial agar kualitas layanan kesehatan masyarakat meningkat dan target eliminasi TB dapat tercapai lebih cepat,” ungkap dr. Nining Lestari, MPH.

Dengan sinergi antara akademisi dari FK UMS dan praktisi kesehatan dari Puskesmas Gatak, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi program-program serupa di wilayah lain guna menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan tangguh terhadap ancaman penyakit menular.

Artikel Terkait

FK UMS dan FK UMMAT Gelar Workshop Literature Review, Dorong Pemanfaatan AI untuk Riset Berkualitas

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMAT) menyelenggarakan Workshop Literature Review di Hotel Novotel Solo, Rabu (10/6/2026). Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi akademik dan kemampuan penelitian dosen, khususnya dalam menyusun literature review yang sistematis, berkualitas, dan berbasis bukti ilmiah. Workshop diikuti dosen dari kedua institusi […]

Benarkah Homoseksual Lebih Berisiko Terjangkit IMS?

Kasus homoseksual di Solo mencuat setelah muncul laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi seksual sesama pria di kawasan Taman Sriwedari. Informasi tersebut bahkan mendapat perhatian dari aparat pemerintah daerah yang mengaku telah melakukan pemantauan rutin terhadap lokasi tersebut. Pewartaan Tribun Jateng menyebutkan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta Didik Anggono telah lama […]

Forum Forensik Regional Digelar di FK UMS

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Regional (PIR) Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) Cabang Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Joglosepur) 2026 yang digelar pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Integrating Forensics into Medical Dispute Mitigation” dan diikuti sekitar 150 peserta secara luring maupun […]