Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar Workshop Tutorial dengan fokus pengembangan skenario pembelajaran guna meningkatkan clinical reasoning mahasiswa, Selasa (28/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang A.R. Fachruddin, FK UMS ini diikuti oleh koordinator blok, dosen tutor, serta tim Medical Education Unit (MEU) FK UMS.
Pelatihan dibuka oleh Dekan FK UMS Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE, Dipl. STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV. bersama Ketua MEU Dr. dr. Burhannudin Icshan, M.Med.Ed., M.Kes., M.K.M. dan menghadirkan narasumber dr. Busyra, Sp.F., M.Sc., serta dr. Sri Wahyu Basuki, M.Kes. Kegiatan menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas pembelajaran berbasis tutorial di lingkungan fakultas.
Ketua MEU FK UMS, Burhannudin Icshan, mengatakan pelatihan bertujuan membekali dosen dalam menyusun skenario pembelajaran yang mampu mengasah kemampuan berpikir klinis mahasiswa.
“Tujuan kegiatan ini adalah melatih dosen untuk membuat skenario dan menjalankan tutorial yang mendukung clinical reasoning mahasiswa,” ujar Burhannudin secara daring, Sabtu (2/5/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait penyusunan skenario tutorial berbasis strategic problem dan multi-level problem, serta praktik baik dalam pelaksanaan tutorial yang efektif. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan sistematis dalam memecahkan masalah klinis.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta secara aktif. Para dosen dan koordinator blok diajak untuk mengembangkan skenario pembelajaran yang lebih kontekstual dan menantang, sehingga proses tutorial menjadi lebih dinamis.
Menurut Burhannudin, output dari kegiatan ini adalah tersusunnya skenario pada beberapa blok pembelajaran yang menerapkan pendekatan strategic problem dan multi-level problem.
“Diharapkan adanya pengembangan skenario pada beberapa blok yang sudah menerapkan pendekatan tersebut,” sebutnya.
Dengan skenario yang tepat, proses tutorial diharapkan tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan analisis dan pengambilan keputusan klinis mahasiswa. Lantaran penguatan clinical reasoning menjadi salah satu aspek penting dalam mencetak lulusan dokter yang kompeten, kritis, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. (GE)