Kedokteran

FK UMS Gelar Workshop Tutorial untuk Tingkatkan Clinical Reasoning Mahasiswa

ditulis pada
02 Mei 2026

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar Workshop Tutorial dengan fokus pengembangan skenario pembelajaran guna meningkatkan clinical reasoning mahasiswa, Selasa (28/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang A.R. Fachruddin, FK UMS ini diikuti oleh koordinator blok, dosen tutor, serta tim Medical Education Unit (MEU) FK UMS.

Pelatihan dibuka oleh Dekan FK UMS Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE, Dipl. STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV. bersama Ketua MEU Dr. dr. Burhannudin Icshan, M.Med.Ed., M.Kes., M.K.M. dan menghadirkan narasumber dr. Busyra, Sp.F., M.Sc., serta dr. Sri Wahyu Basuki, M.Kes. Kegiatan menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas pembelajaran berbasis tutorial di lingkungan fakultas.

Ketua MEU FK UMS, Burhannudin Icshan, mengatakan pelatihan bertujuan membekali dosen dalam menyusun skenario pembelajaran yang mampu mengasah kemampuan berpikir klinis mahasiswa.

“Tujuan kegiatan ini adalah melatih dosen untuk membuat skenario dan menjalankan tutorial yang mendukung clinical reasoning mahasiswa,” ujar Burhannudin secara daring, Sabtu (2/5/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait penyusunan skenario tutorial berbasis strategic problem dan multi-level problem, serta praktik baik dalam pelaksanaan tutorial yang efektif. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan sistematis dalam memecahkan masalah klinis.

Pelaksanaan Workshop Tutorial yang terselenggara di di Ruang A.R. Fachruddin, FK UMS. Dok. Fakultas Kedokteran UMS

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta secara aktif. Para dosen dan koordinator blok diajak untuk mengembangkan skenario pembelajaran yang lebih kontekstual dan menantang, sehingga proses tutorial menjadi lebih dinamis.

Menurut Burhannudin, output dari kegiatan ini adalah tersusunnya skenario pada beberapa blok pembelajaran yang menerapkan pendekatan strategic problem dan multi-level problem.

“Diharapkan adanya pengembangan skenario pada beberapa blok yang sudah menerapkan pendekatan tersebut,” sebutnya.

Dengan skenario yang tepat, proses tutorial diharapkan tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan analisis dan pengambilan keputusan klinis mahasiswa. Lantaran penguatan clinical reasoning menjadi salah satu aspek penting dalam mencetak lulusan dokter yang kompeten, kritis, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. (GE)

Artikel Terkait

Gagas Biomarker Osteoporosis, Mahasiswa FK UMS Raih Juara Lomba Esai Ilmiah Nasional

Surakarta – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim yang beranggotakan Zahirah Mentari Supriyono dan Rahma Cloudita Puspita Dewi berhasil meraih Juara II pada Lomba Esai Ilmiah MAJESTYNAS. Kompetisi yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengangkat karya ilmiah berjudul “Proposed Mechanism: Potensi […]

FGD FK UMS dan Syukuran Akreditasi Internasional FK UMS

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dan tasyakuran pada Jumat (26/6/2026) di lingkungan kampus UMS. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas dua pencapaian monumental yang baru saja diraih oleh institusi. Prestasi pertama adalah keberhasilan FK UMS meraih akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Agency for Higher […]

Perkuat Literature Review, FK UMS dan FK UMMat Manfaatkan Rayyan AI

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMat) menyelenggarakan pelatihan Praktik Rayyan AI untuk Literature Review secara daring, Jumat (26/6/2026). Kegiatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam memanfaatkan akal imitasi (AI) untuk mendukung penyusunan kajian pustaka yang lebih efektif, sistematis, dan berbasis bukti. Pelatihan […]