Kedokteran

Mahasiswa FK UMS Edukasi Kesehatan Siswa SD melalui Program GFKM

ditulis pada
02 Mei 2026

Surakarta – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar program Gerakan Fakultas Kedokteran Mengajar (GFKM) di SD Negeri 1 Karangasem, Surakarta pada Sabtu (24/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi kesehatan sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa hadir sebagai pemateri yang menyampaikan materi secara langsung kepada siswa-siswi dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi edukasi kesehatan mata serta pentingnya aktivitas fisik dan olahraga bagi anak-anak.

Salah satu mahasiswa FK UMS, Libni Ahsan Khuluqi, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini kepada siswa.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada siswa-siswi sejak dini, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan serta membangun kebiasaan hidup sehat pada anak-anak,” ujar mahasiswa semester 4 itu, Sabtu (2/5/2026)

Pada sesi edukasi kesehatan mata, mahasiswa menjelaskan cara menjaga kesehatan penglihatan, termasuk kebiasaan baik dalam aktivitas sehari-hari. Sementara itu, dalam materi aktivitas fisik, siswa dikenalkan pada manfaat olahraga bagi kesehatan tubuh serta pentingnya bergerak secara aktif.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka terlihat aktif mengikuti materi, menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi dalam berbagai sesi interaktif yang diberikan oleh pemateri.

Suasana pembelajaran yang komunikatif membuat siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Libni menambahkan, keaktifan siswa menjadi indikator bahwa metode edukasi yang digunakan berjalan efektif.

Antusiasme siswa-siswi SDN 1 Karangasem, Surakarta bersama BEM FK UMS. Dok.Fakultas Kedokteran UMS

“Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan, baik saat mengikuti materi maupun saat sesi interaktif, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik,” katanya.

Program GFKM tak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi dan edukasi kesehatan di masyarakat. Kegiatan ini mencerminkan penerapan kedokteran keluarga berbasis komunitas dengan pendekatan promotif dan preventif.

Melalui program ini, FK UMS berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi yang lebih sehat dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. (GE)

Artikel Terkait

Gagas Biomarker Osteoporosis, Mahasiswa FK UMS Raih Juara Lomba Esai Ilmiah Nasional

Surakarta – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim yang beranggotakan Zahirah Mentari Supriyono dan Rahma Cloudita Puspita Dewi berhasil meraih Juara II pada Lomba Esai Ilmiah MAJESTYNAS. Kompetisi yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengangkat karya ilmiah berjudul “Proposed Mechanism: Potensi […]

FGD FK UMS dan Syukuran Akreditasi Internasional FK UMS

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dan tasyakuran pada Jumat (26/6/2026) di lingkungan kampus UMS. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas dua pencapaian monumental yang baru saja diraih oleh institusi. Prestasi pertama adalah keberhasilan FK UMS meraih akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Agency for Higher […]

Perkuat Literature Review, FK UMS dan FK UMMat Manfaatkan Rayyan AI

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMat) menyelenggarakan pelatihan Praktik Rayyan AI untuk Literature Review secara daring, Jumat (26/6/2026). Kegiatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam memanfaatkan akal imitasi (AI) untuk mendukung penyusunan kajian pustaka yang lebih efektif, sistematis, dan berbasis bukti. Pelatihan […]