Surakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (BEM FK UMS) menerima kunjungan studi banding dari BEM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (BEM FIKES UMP) di Kampus 4, FK UMS, Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bertukar informasi, pengalaman, serta inovasi program kerja antarorganisasi mahasiswa.
Seluruh peserta dari kedua organisasi terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan yang telah disusun. Agenda utama meliputi pemaparan program kerja dari masing-masing BEM, dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang membahas sistem pengelolaan organisasi, strategi pelaksanaan program, hingga solusi atas berbagai kendala selama masa kepengurusan.
Mahasiswa FK UMS, Ghozi Rozan Yoga Maulana, mengatakan kegiatan bertujuan mempererat hubungan sekaligus meningkatkan kualitas organisasi mahasiswa.
“Studi banding ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarorganisasi serta bertukar pengalaman dan mendapatkan insight baru terkait pengembangan organisasi dan program kerja,” ujarnya kala ditemui pada Selasa (5/5/2026).

Selain diskusi formal, kegiatan juga diselingi dengan permainan interaktif untuk membangun keakraban dan kekompakan antar peserta. Suasana berlangsung dinamis dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap sesi, baik saat diskusi maupun kegiatan nonformal.
Ghozi menjelaskan, berbagai hal dibagikan dalam forum tersebut, mulai dari program kerja tiap departemen hingga strategi pelaksanaan kegiatan.
“Kami saling berbagi terkait sistem pengelolaan organisasi, strategi menjalankan program kerja, hingga cara mengatasi kendala selama kepengurusan,” imbuh mahasiswa semester 2 itu.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tukar kado sebagai simbol persahabatan dan apresiasi antarorganisasi. Momen tersebut menjadi penegas hubungan baik yang terjalin antara kedua lembaga mahasiswa.
Menurut Ghozi, kegiatan studi banding akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja tahunan. Ia menilai kegiatan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas organisasi.
“Output kami adalah terciptanya pemahaman yang lebih baik antarorganisasi serta munculnya ide dan inovasi baru yang dapat diterapkan ke depannya,” imbuh dia. (GE)