Surakarta – Ikatan Alumni Dokter (IKADO) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) bekerja sama dengan Program Studi Profesi Dokter FK UMS menggelar Workshop Basic and Practical EKG Interpretation for Medical Students and General Practitioner pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) I IKADO FK UMS ini bertujuan meningkatkan kompetensi dokter umum dan mahasiswa profesi dokter dalam mengenali serta menangani kasus kegawatdaruratan kardiovaskular.
Workshop diikuti oleh dokter umum yang bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan serta mahasiswa koas aktif FK UMS. Kegiatan menghadirkan dua dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus alumni FK UMS, yakni dr. Bagus Fitriadi Kurnia Putra, Sp.JP, FIHA dan dr. Shigma Putra Mahaley, Sp.JP, FIHA. Keduanya merupakan alumni Fakultas Kedokteran UMS yang kini telah berhasil meraih cita-cita sebagai spesialis jantung, menjadikan mereka sosok inspiratif bagi para peserta.
Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa workshop ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam membaca EKG, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
“EKG merupakan alat diagnostik penting untuk mendeteksi gangguan irama jantung dan iskemia miokard. Kemampuan interpretasi yang cepat dan tepat sangat krusial dalam pengambilan keputusan klinis, terutama di instalasi gawat darurat,” jelasnya.
Sesi materi disampaikan secara interaktif dengan metode pembelajaran berbasis kasus (case-based learning). Para peserta diajak untuk memahami prinsip dasar EKG, sistematika pembacaan 12 lead, hingga pengenalan berbagai jenis aritmia dan kelainan EKG pada kondisi emergensi kardiovaskular . Materi ini diharapkan dapat membekali peserta untuk melakukan deteksi dini dan penanganan awal yang tepat pada pasien dengan gejala gangguan jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas.
Dekan Fakultas Kedokteran UMS dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
“Kami berharap ilmu yang didapatkan dapat diaplikasikan di tempat kerja masing-masing, sehingga angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung dapat ditekan,” ujarnya . Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang berlangsung hangat antara peserta dan para narasumber.