Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar Rapat Koordinasi dan Supervisi Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) bersama RSUD dr. Moewardi Jawa Tengah dan RS Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Surakarta, Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menjadi langkah strategis dalam memastikan mutu pendidikan profesi dokter tetap terjaga dan selaras dengan standar internasional.
Rapat yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.00 WIB ini membahas sejumlah aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan klinis di rumah sakit pendidikan. Di antaranya implementasi delapan kriteria kualitas IAAHEH, evaluasi penilaian dokter muda, serta pemberian umpan balik untuk peningkatan kompetensi klinis mahasiswa profesi.
Ketua Program Studi Profesi Dokter FK UMS, dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda, M.Sc., Sp.PD, Subsp.PTI(K), FINASIM., menjelaskan penerapan standar kualitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan klinis.
“Implementasi kriteria IAAHEH ini mencakup aspek mahasiswa agar kompetensi klinisnya tercapai, serta aspek sumber daya yang tak hanya berfokus pada pendidikan, melainkan juga penelitian dan pengabdian masyarakat,” ujar Iin saat ditemui Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, rumah sakit pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi dokter muda. Tidak hanya sebagai tempat praktik, tetapi juga sebagai lingkungan belajar yang menuntut integrasi antara teori dan praktik secara langsung di lapangan.
Selain itu, evaluasi terhadap sistem penilaian dokter muda juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. FK UMS bersama rumah sakit pendidikan berupaya memastikan bahwa proses evaluasi berjalan objektif dan mampu menggambarkan capaian kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
Iin menambahkan, koordinasi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kualitas kerja sama antara institusi pendidikan dan rumah sakit.
“Ke depan diharapkan terwujud kerja sama yang lebih efektif, terarah, dan menghasilkan outcome yang berkualitas bagi kedua belah pihak sesuai dengan MoU yang telah disepakati,” katanya. Sinergi dengan rumah sakit pendidikan diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten, profesional, serta siap menghadapi tantangan di dunia kesehatan. (GE)