Surakarta, 5 Januari 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari program Stase Baitul Insan Kamil (BIK), enam mahasiswa profesi dokter yang didampingi oleh dr. Iwan Setiawan, M.Kes., Sp.S. melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan bertajuk “Pencegahan Demensia Melalui Edukasi dan Pelatihan Stimulasi Kognitif Bagi Caregiver dan Pengasuh Panti Jompo.”
Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin, 5 Januari 2026, di Gedung Pusat Kegiatan Penyantunan Usia Lanjut Aisyiyah, Surakarta, ini dihadiri oleh 21 caregiver dari total 30 peserta yang diundang. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pengasuh tentang demensia serta membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam melakukan stimulasi kognitif untuk lansia.
Ketua tim pelaksana, Marshanda Ariella Nadhifa, S. Ked., menyampaikan bahwa program ini merupakan respons terhadap meningkatnya prevalensi demensia di Indonesia, terutama di kalangan lansia. “Banyak caregiver yang masih menganggap pikun sebagai bagian normal dari penuaan. Padahal, demensia adalah kondisi yang bisa dicegah dan dikelola dengan stimulasi kognitif yang tepat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal kepada para pengasuh agar lebih peka dan terampil dalam merawat lansia,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur pengetahuan awal para peserta, dilanjutkan dengan pemaparan dua materi utama, yaitu “Menua Dengan Baik Tanpa Pikun” dan “Stimulasi Kognitif”. Para peserta juga diajak mengikuti demo praktik “Senam Otak dan Sosial” yang dipandu langsung oleh tim mahasiswa. Sesi diskusi interaktif berlangsung dengan antusias, di mana para caregiver aktif bertanya terkait penanganan gejala perilaku demensia yang sering mereka hadapi sehari-hari.
Peserta tampak antusias dan merespons positif kegiatan ini. Salah satu peserta, Ibu Inayah, mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa rutin diadakan. “Kami jadi lebih paham mana yang namanya pikun biasa dan mana yang perlu diwaspadai. Latihan senam otaknya juga mudah dan bisa langsung kami praktikkan kepada para lansia di sini,” tuturnya.
Selain memberikan edukasi dan pelatihan, tim juga membagikan leaflet bertajuk “Cegah DEMENSIA dengan CERDAS” sebagai panduan praktis bagi para caregiver. Kegiatan ini ditutup dengan post test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, serta diakhiri dengan pembagian doorprize dan foto bersama.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para caregiver dapat mengintegrasikan stimulasi kognitif dalam rutinitas perawatan lansia sehingga kualitas hidup lansia dapat meningkat dan beban psikologis caregiver dapat berkurang. Program ini menjadi salah satu wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat oleh FK UMS.
Mahasiswa Stase BIK FK UMS Edukasi dan Latih Stimulasi Kognitif untuk Cegah Demensia di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta
ditulis pada