Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) kembali melahirkan dokter-dokter baru melalui kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode LIX yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026, di Ballroom The Alana Hotel Solo. Kegiatan yang juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Official FK UMS tersebut mengusung tema “Nobilis Ars Vitae: The Noble Art of Preserving Life”, yang menggambarkan profesi kedokteran sebagai sebuah seni mulia dalam menjaga dan mempertahankan kehidupan manusia.
Prosesi berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Dengan mengenakan jas putih sebagai simbol profesionalisme dan pengabdian, para dokter baru mengucapkan sumpah profesi di hadapan Tuhan Yang Maha Esa serta disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan FK UMS, dosen, mitra pendidikan klinik, orang tua, dan keluarga. Pengucapan sumpah tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang pendidikan kedokteran sekaligus dimulainya tanggung jawab baru dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sumpah dokter bukan sekadar rangkaian kata dalam sebuah seremoni. Di dalamnya terkandung komitmen untuk menghormati kehidupan dan martabat manusia, menjaga kerahasiaan pasien, mengutamakan keselamatan pasien, menjunjung tinggi etika profesi, serta memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang seseorang. Gelar dokter yang kini disandang membawa amanah besar agar ilmu pengetahuan senantiasa digunakan untuk menghadirkan manfaat, harapan, dan kesembuhan bagi sesama.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., bersama jajaran pimpinan FK UMS dan Program Studi Profesi Dokter. Momentum ini sekaligus meneguhkan komitmen FK UMS dalam menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi klinis, profesionalisme, integritas, serta mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dan prinsip kedokteran keluarga dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Tema “Nobilis Ars Vitae” mengingatkan bahwa kedokteran tidak hanya berhubungan dengan kemampuan menegakkan diagnosis dan memberikan terapi. Kedokteran juga merupakan seni mendengarkan, memahami penderitaan, menyampaikan empati, menjaga kepercayaan, dan mendampingi pasien pada masa-masa paling rentan dalam kehidupannya. Dokter dituntut untuk terus belajar mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan.
Keberhasilan para dokter baru tidak terlepas dari dukungan orang tua, keluarga, dosen, tenaga kependidikan, rumah sakit pendidikan, puskesmas, pembimbing klinik, serta seluruh pihak yang telah mendampingi proses pendidikan. Oleh karena itu, suasana bahagia dan rasa syukur menyertai seluruh rangkaian kegiatan, khususnya ketika para dokter baru memberikan penghormatan dan menyampaikan terima kasih kepada orang tua serta para pendidik.
FK UMS menyampaikan selamat kepada seluruh dokter baru Periode LIX. Semoga sumpah yang telah diucapkan senantiasa menjadi pedoman dalam setiap keputusan dan tindakan profesional. Jadilah dokter yang unggul dalam ilmu, teguh dalam iman, luhur dalam akhlak, hangat dalam melayani, serta hadir membawa kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
Selamat mengemban amanah, Dokter Baru FK UMS. Gelar telah diraih, sumpah telah diikrarkan, dan perjalanan pengabdian kini dimulai.
FK UMS Kukuhkan Dokter Baru dalam Hippocratic Oath Batch LIX
ditulis pada