Surakarta – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kualitas pembelajaran keterampilan klinik melalui Training of Instructor (ToI) yang digelar Laboratorium Medical Skills, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Abu Bakar Ash-Shiddiq Lantai 5 FK UMS itu diikuti para dosen sebagai instruktur Skills Lab untuk menyegarkan kompetensi sekaligus menyamakan standar pembimbingan mahasiswa.
Pada pelatihan tersebut, dosen dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. H. Supanji Raharja, Sp.OG., Subsp.Obginsos, M.A.R.S. hadir sebagai narasumber. Ia membahas materi pemeriksaan ginekologi serta pemasangan alat kontrasepsi implan dan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran keterampilan klinik mahasiswa kedokteran.

Kepala Laboratorium Keterampilan Medik (Skills Lab) FK UMS dr. Nur Mahmudah, M.Sc., AHK. mengatakan pelatihan rutin bagi instruktur menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk menjaga mutu pendidikan kedokteran. Menurutnya, kualitas lulusan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh keseragaman standar pembelajaran yang diberikan setiap instruktur.
“Pelatihan ini bertujuan menyegarkan kembali pengetahuan dan keterampilan para dosen sekaligus menyamakan persepsi dalam proses pembimbingan mahasiswa. Dengan demikian, seluruh instruktur memiliki standar yang sama ketika mengajarkan maupun menilai keterampilan klinik,” ujarnya usai kegiatan.
Ia menjelaskan, perkembangan ilmu kedokteran dan praktik klinis menuntut para pengajar untuk terus memperbarui kompetensi. Karena itu, Skills Lab secara berkala menghadirkan narasumber sesuai bidang keahlian agar materi yang diterima mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan pelayanan kesehatan.
“Kami ingin memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas, berbasis standar kompetensi, dan sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran terkini,” kata Nur Mahmudah. Bagi dia, pembelajaran keterampilan klinik harus berlangsung secara konsisten agar lulusan memiliki kompetensi yang sama ketika memasuki dunia pelayanan kesehatan.
Selain memperbarui kemampuan teknis, pelatihan juga menjadi ruang diskusi bagi para instruktur untuk menyamakan metode demonstrasi, praktik, hingga evaluasi mahasiswa. Keseragaman tersebut dinilai penting agar proses pembelajaran berlangsung objektif dan memberikan pengalaman belajar yang optimal. Oleh karenanya, FK UMS terus mendorong peningkatan kapasitas dosen melalui berbagai pelatihan sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan kedokteran. (GE)