Surakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mahasiswi Program Studi Profesi Dokter Periode 40, Syarafina Ayu Putri Susanto, S.Ked., meraih penghargaan Best Oral Presentation pada ajang 5th International Conference of Community Health and Medical Sciences (ISOCMED) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) secara virtual pada 25-26 Juli 2026.
Penghargaan tersebut diraih melalui presentasi penelitian berjudul “Emerging Role of Mirvetuximab Soravtansine-Based Therapy in Folate Receptor Alpha-Positive Platinum-Resistant Ovarian Cancer: A Systematic Review”. Penelitian Syarafina disusun bersama dua rekannya, Izzati dan Ninda, sebagai upaya merangkum bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi berbasis Mirvetuximab Soravtansine (MIRV) pada pasien kanker ovarium yang resisten terhadap kemoterapi platinum dengan reseptor folat alfa positif.

Syarafina menjelaskan, topik tersebut dipilih karena pasien dengan kanker ovarium yang telah resisten terhadap terapi platinum masih memiliki pilihan pengobatan yang terbatas. Sementara itu, terapi target seperti MIRV mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan, namun belum banyak kajian yang merangkum bukti ilmiahnya secara komprehensif.
“Sejauh yang saya observasi, belum ada systematic review yang secara khusus merangkum bukti mengenai terapi berbasis MIRV pada pasien dengan FRα-positive platinum-resistant ovarian cancer. Karena itu, kami ingin menyusun penelitian yang dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi terapi tersebut,” ujar Syarafina, Selasa (28/7/2026).
Ia mengaku momen paling menantang selama kompetisi terjadi saat sesi presentasi dan tanya jawab. Seluruh pemaparan dilakukan dalam bahasa Inggris, sementara pertanyaan dari dewan juri menuntut pemahaman mendalam terhadap hasil penelitian.
“Awalnya tentu ada rasa gugup, apalagi banyak peserta yang lebih senior dari saya. Namun saya berusaha menjawab berdasarkan evidence yang ada dan percaya diri menyampaikan hasil penelitian sebaik mungkin. Alhamdulillah, saya dipercaya meraih penghargaan Best Oral Presentation,” katanya.
Menurut Syarafina, keikutsertaannya dalam ISOCMED menjadi pengalaman berharga karena memberinya kesempatan mempresentasikan hasil penelitian di forum ilmiah internasional sekaligus berdiskusi dengan akademisi dari berbagai institusi.
Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan FK UMS, mulai dari dorongan untuk aktif mengikuti kegiatan ilmiah hingga motivasi untuk berani tampil di forum internasional.
“Dukungan tersebut membuat saya lebih percaya diri mempersiapkan presentasi sebaik mungkin dan membawa nama baik FK UMS,” tuturnya.
Syarafina berharap pencapaiannya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk tidak ragu mengikuti konferensi maupun kompetisi ilmiah.
“Saya berharap semakin banyak mahasiswa FK UMS yang berani mengikuti konferensi dan kompetisi ilmiah. Jangan pernah takut mencoba, karena setiap proses akan memberikan pengalaman dan pembelajaran yang sangat berarti,” pungkasnya. (GE)