Surakarta – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Uzlah Publikasi di Ruang AR Fachruddin Lantai 3 FK UMS, Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang diikuti dosen FK UMS secara luring dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMAT) secara daring itu difokuskan untuk menghasilkan luaran berupa naskah ilmiah yang siap submit ke jurnal bereputasi.
Workshop dibuka oleh Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl.STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV. Selanjutnya, peserta memperoleh materi dari Naufal Ishartono, S.Pd., M.Pd., Ph.D. mengenai strategi penyusunan literature review yang efektif.
Para peserta pun langsung mempraktikkan penyusunan artikel ilmiah mulai dari menyusun pertanyaan penelitian berbasis PICO, melakukan ekstraksi data menggunakan Rayyan AI, menyusun sintesis hasil penelitian, hingga proses akhir berupa pengiriman naskah ke jurnal ilmiah.
Selama proses tersebut, peserta mendapat pendampingan intensif dari tim fasilitator yang terdiri atas Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes., Sp.KKLP., FISQua., FISPH., FISCM., Dr. dr. Burhanuddin Ichsan, M.Med.Ed., M.Kes., M.K.M., dr. Dodik Nursanto, M.Biomed., P.A.K., serta Dr. dr. Anika Candrasari, M.Kes., Sp.KKLP., FISPH., FISCM.
Dekan FK UMS mengatakan Workshop Uzlah Publikasi dirancang tak sekadar memberikan teori, tetapi menghasilkan luaran nyata berupa artikel ilmiah yang siap dipublikasikan.
“Melalui workshop ini kami ingin membangun budaya publikasi yang produktif. Jadi, peserta nggak cuma belajar menyusun literature review, tetapi juga didampingi hingga menghasilkan naskah yang siap di-submit ke jurnal,” ujar Flora.
Menurut Flora, kolaborasi dengan FK UMMAT menjadi bagian dari komitmen FK UMS dalam memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kapasitas dosen di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
Ia menambahkan, kemampuan menghasilkan publikasi bereputasi menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi, khususnya di bidang kedokteran yang terus berkembang berdasarkan bukti ilmiah terbaru.
“Kami berharap kegiatan seperti ini nantinya bisa melahirkan kolaborasi riset yang berkelanjutan dan semakin banyak publikasi ilmiah yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun pelayanan kesehatan,” tutupnya. (GE)