Kedokteran

Dokter Muda FK UMS Gelar Edukasi Cuci Tangan Berbasis Nilai Islam di PAKYM

Kegiatan ini mengintegrasikan kebiasaan sehat PHBS dengan nilai-nilai religius untuk membentuk karakter anak yang peduli pada kesehatan dan kebersihan.

ditulis pada
04 Januari 2026

Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) yang tengah menempuh Stase Baitul Insan Kamil (BIK) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada kesehatan anak. Kegiatan bertajuk “Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Edukasi Cuci Tangan Berbasis Nilai Islam pada Anak” ini digelar di Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah (PAKYM), Surakarta, pada Minggu (4/1/2026).

Dipimpin oleh Bricareira Bara Presmashita, S.Ked. sebagai Ketua Kelompok, kegiatan ini bertujuan memperkuat fondasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak sejak usia dini. Pendekatan yang digunakan dirancang khusus agar ramah anak dan mudah dipahami, di bawah bimbingan dosen pendamping dr. Rahma Anindita, Sp.A dan dr. Listiana Masyita Dewi, M.Sc.

Dalam penyampaian materi, tim Dokter Muda menjelaskan pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penularan penyakit, terutama infeksi saluran cerna yang kerap menyerang anak-anak. Edukasi juga mencakup waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain di luar ruangan.

Hal yang membedakan kegiatan ini dari edukasi PHBS pada umumnya adalah integrasi nilai-nilai Islam dalam setiap materi yang disampaikan. Tim edukator menekankan bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar urusan medis, melainkan bagian dari keimanan dan bentuk ikhtiar seorang Muslim dalam merawat amanah tubuh dari Allah SWT.

“Kami sengaja mengemas edukasi ini dengan pendekatan nilai-nilai Islam karena anak-anak di PAKYM tumbuh dalam lingkungan yang kuat nuansa keagamaannya. Dengan begitu, pesan tentang kebersihan tidak hanya dipahami sebagai kebutuhan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah sehari-hari,” terang Bricareira saat dihubungi, Selasa (6/1/2026).

Suasana di lokasi tampak ceria saat sesi demonstrasi praktik langsung dimulai. Anak-anak diajak mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan. Sesi tanya jawab interaktif pun disambut antusias oleh para peserta yang berebut menjawab pertanyaan dari para Dokter Muda.

Bricareira menambahkan bahwa antusiasme anak-anak selama kegiatan menjadi semangat tersendiri bagi timnya. “Melihat mereka langsung mempraktikkan apa yang kami ajarkan dengan penuh semangat, itu menunjukkan bahwa edukasi yang dikemas secara menyenangkan bisa benar-benar meresap. Harapannya, kebiasaan ini terus mereka bawa dalam keseharian,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Rahma Anindita, Sp.A selaku dosen pendamping menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif para Dokter Muda. Ia menekankan bahwa membangun kebiasaan sehat sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan mengobati penyakit di kemudian hari.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya tahu cara mencuci tangan, tetapi menjadikannya sebagai kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan penyakit dimulai dari hal paling sederhana, dan cuci tangan adalah langkah pertamanya,” ujar dr. Rahma.

Dengan terselenggaranya kegiatan PKM ini, FK UMS terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak calon dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu menjadi penggerak kesehatan di tengah masyarakat.

Artikel Terkait

Dekan FK UMS Bagikan Praktik Pengembangan Pendidikan Kedokteran di Universitas Muria Kudus

Surakarta – Pengembangan institusi pendidikan kedokteran membutuhkan perencanaan matang, komitmen terhadap mutu, serta kesiapan berbagai aspek akademik dan tata kelola. Berbagi pengalaman dalam membangun pendidikan kedokteran menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas calon institusi kedokteran di Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Program Studi Kedokteran Universitas Muria […]

Dekan FK UMS Tingkatkan Kapasitas Petugas Puskesmas Pajang Tangani Kusta

Surakarta – Di balik upaya menekan angka kasus kusta, deteksi dini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan kesehatan. Penyakit yang sebenarnya dapat disembuhkan ini masih kerap ditemukan dalam kondisi terlambat karena keterbatasan pengetahuan, stigma masyarakat, hingga keterlambatan pasien memeriksakan diri. Berangkat dari persoalan tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mengambil peran […]

FK UMS Ubah Sampah di Gonilan Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi

Surakarta – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong warga Desa Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, mengubah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi melalui pengolahan pupuk organik cair (POC) dan kompos. Program tersebut digelar melalui Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB) Direktorat Riset, Pengabdian Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS. Kegiatan […]