Kedokteran

Field Lab FK UMS: Mahasiswa Lakukan Skrining Tuberkulosis di Sukoharjo

ditulis pada
01 Mei 2026

Sukoharjo – Dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) melaksanakan kegiatan Field Lab Blok Respiratory System di Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada deteksi dini Tuberkulosis (TBC), skrining Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta edukasi bahaya merokok dalam lingkup keluarga.

Melalui metode home visit, mahasiswa terjun langsung ke masyarakat dengan melakukan wawancara berbasis kuesioner dan pretest, serta memberikan edukasi interaktif menggunakan media poster. Pendekatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait gejala, penularan, hingga pencegahan penyakit pernapasan.

Salah satu dosen pendamping field lab, dr. Nining Lestari, M.P.H., menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi praktik kedokteran keluarga dalam pembelajaran mahasiswa.

“Kegiatan field lab ini menjadi wujud implementasi praktik kedokteran keluarga dalam blok respirologi melalui home visit, untuk mencari faktor risiko penyakit TBC sekaligus memberikan edukasi berhenti merokok,” ujarnya secara daring, Jumat (1/5/2026).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak bekerja sendiri. Mereka didampingi oleh dosen pembimbing dan kader kesehatan setempat guna memastikan kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Pendampingan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat. Menurut Nining, kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar dalam skrining dan edukasi kesehatan.

Output yang diharapkan, mahasiswa mampu melakukan skrining dan edukasi terkait TBC, ISPA, serta bahaya merokok dengan pendekatan keluarga,” kata dia. Pendekatan kedokteran keluarga yang diterapkan menekankan aspek holistik, promotif, dan preventif berbasis keluarga.

Selain meningkatkan kompetensi mahasiswa, kegiatan ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Warga mendapatkan informasi kesehatan secara lebih mudah dipahami, sekaligus didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan keluarga, terutama dalam pencegahan penyakit menular seperti TBC.

Field lab menjadi salah satu bentuk nyata komitmen FK UMS dalam mencetak calon dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial. (GE)

Artikel Terkait

FK UMS dan FK UMMAT Gelar Workshop Literature Review, Dorong Pemanfaatan AI untuk Riset Berkualitas

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMAT) menyelenggarakan Workshop Literature Review di Hotel Novotel Solo, Rabu (10/6/2026). Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi akademik dan kemampuan penelitian dosen, khususnya dalam menyusun literature review yang sistematis, berkualitas, dan berbasis bukti ilmiah. Workshop diikuti dosen dari kedua institusi […]

Benarkah Homoseksual Lebih Berisiko Terjangkit IMS?

Kasus homoseksual di Solo mencuat setelah muncul laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi seksual sesama pria di kawasan Taman Sriwedari. Informasi tersebut bahkan mendapat perhatian dari aparat pemerintah daerah yang mengaku telah melakukan pemantauan rutin terhadap lokasi tersebut. Pewartaan Tribun Jateng menyebutkan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta Didik Anggono telah lama […]

FK UMS Raih Akreditasi Internasional IAAHEH, Terakreditasi Penuh hingga 2034

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) berhasil meraih akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Agency for Higher Education in Health-International (IAAHEH-INT) dengan status Fully Accredited selama delapan tahun hingga 22 Mei 2034. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan FK UMS menuju institusi pendidikan kedokteran berstandar global. Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi […]