Surakarta, 9 April 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) telah menyelesaikan rangkaian Asesmen Lapangan (Accreditation Field Assessment) oleh Indonesian Accreditation Agency for Higher Education in Health International (IAAHEH-INT). Asesmen yang berlangsung selama lima hari, dari tanggal 5 hingga 9 April 2026, menjadi salah satu tahapan krusial dalam upaya FK UMS meraih pengakuan mutu pendidikan di kancah internasional .
Rombongan asesor yang terdiri dari para pakar pendidikan tinggi di bidang kesehatan—Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.Og(K), Subsp. Obg.inss, MPH; Prof. Dr. dr. Yuyun Yuniwati PW, M.Kes, Sp.Rad (K); Dr. dr. Sudirman Katu, Sp.D.V.E., Subsp.D.T, Ph.D., FINSDV, FADV; Prof. dr. Hendra Gunawan, MPHEd., FPS, PFSMPE; serta Melinda M. Atinza, M.D., MHPEd. FPS, PFS PSM—melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas pendidikan utama FK UMS.
Kunjungan lapangan difokuskan pada dua lokasi strategis, yaitu RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo dan Puskesmas Gatak, Sukoharjo. Kedua fasilitas kesehatan ini berperan sebagai rumah sakit pendidikan dan puskesmas jejaring yang menjadi bagian integral dari proses pembelajaran klinis mahasiswa FK UMS. Tim asesor menilai langsung kesiapan sarana prasarana, kualitas bimbingan klinis, serta kapasitas kedua institusi dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan.
Dalam asesmen ini, tim asesor melakukan validasi terhadap laporan evaluasi diri yang telah disusun oleh fakultas. Selain melihat fasilitas fisik, tim juga menggali lebih dalam terkait dengan mutu akademik, kurikulum, sumber daya dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh pemangku kepentingan .
Asesor Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen kuat FK UMS dalam meraih pengakuan internasional. Beliau menekankan bahwa proses asesmen bukanlah ujian, melainkan momentum peningkatan kualitas institusi secara berkelanjutan .
“Jangan takut, tetaplah bahagia. Tunjukkan bahwa fakultas kita benar-benar bagus. Berusahalah untuk ‘menjual’ potensi Anda kepada kami. Sampaikan apa kekuatan Anda, dan jangan malu jika ada kekurangan atau kelemahan,” ungkap Prof. Dwiana saat visitasi .
Keberhasilan menjalani asesmen lapangan ini menjadi tonggak penting bagi FK UMS. Pada Juni 2026, FK UMS resmi mengantongi status “fully accredited” dari IAAHEH dengan masa berlaku delapan tahun untuk Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Profesi Dokter. Capaian ini menempatkan FK UMS sebagai fakultas kedokteran swasta pertama di Indonesia yang meraih akreditasi internasional penuh dengan durasi terpanjang.
Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen institusi. “Kita semua sebagai tim. Semua bergerak bersama, berdarah-darah bersama. Karena kita tidak akan pernah bisa maju kalau tidak berkolaborasi,” tegasnya.
Dengan capaian ini, lulusan FK UMS diharapkan memiliki daya saing global yang lebih kuat, baik untuk melanjutkan studi maupun berkarier di luar negeri. FK UMS juga menargetkan penguatan program strategis serta peningkatan kiprah internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kunjungan Assesor Akreditasi IAAHEH ke RS Pendidikan dan Puskesmas Jejaring FK UMS
ditulis pada