Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar prosesi Sumpah Dokter Periode LVIII di Ruang A.R. Fachruddin, Kamis (30/4/2026). Sebanyak tiga dokter baru resmi dikukuhkan melalui sumpah profesi sebagai bentuk komitmen untuk mengabdi di bidang kesehatan dengan menjunjung tinggi etika, integritas, dan profesionalisme.
Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, perwakilan rektorat, Badan Pembina Harian (BPH), dosen, serta keluarga para dokter baru. Momentum ini menjadi penanda awal perjalanan para lulusan dalam menjalankan tugas sebagai tenaga medis di tengah masyarakat.
Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., menekankan sumpah dokter bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal pengabdian yang menuntut tanggung jawab besar.
“Terus bisa menjadi dokter-dokter yang paket lengkap tentunya. Kecerdasan intelektualnya oke, artinya kompetensi, keahlian, dan pengetahuan terpenuhi. Kemudian kecerdasan emosionalnya juga baik dalam hubungan dengan sesama, dan karena ini Muhammadiyah, aspek spiritual atau kecerdasan spiritual juga harus kuat,” ujar Flora ditemui Jumat (1/5/2026).

Prosesi sumpah dokter yang dilakukan oleh tiga dokter baru di Ruang A.R. Fachruddin, Fakultas Kedokteran UMS. Dok.Fakultas Kedokteran UMS
Flora menjelaskan, keunggulan FK UMS terletak pada pendekatan kedokteran keluarga dan nilai keislaman yang terintegrasi dalam proses pendidikan, baik di jenjang sarjana maupun profesi. Pendekatan tersebut diterapkan dalam seluruh pembelajaran dan rotasi klinik sebagai landasan dalam membentuk karakter dokter.
“Baik kedokteran keluarga maupun keislaman sudah menjadi nafas dalam pendidikan kami. Harapannya, para lulusan tidak hanya mumpuni secara kompetensi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi besar bagi perkembangan kedokteran keluarga di Indonesia dengan menjunjung nilai-nilai keislaman,” tambah dia.
Sumpah dokter yang diucapkan para lulusan menjadi komitmen moral dan profesional untuk mengutamakan keselamatan pasien serta memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan pendekatan kedokteran keluarga yang menempatkan pasien sebagai bagian dari unit keluarga dan komunitas.
Selain itu, nilai-nilai kedokteran islami turut menjadi landasan dalam praktik profesi, seperti empati, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat. FK UMS menilai aspek tersebut penting untuk membentuk dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. (GE)