Universitas Muhammadiyah Surakarta baru saja menggelar acara seminar nasional Thalamus dan National Multi Development Project (NMDP) yang bertajuk ”Universal Reproductive Health”. NMDP merupakan kegiatan sosial bertaraf nasional yang bertujuan membina mahasiswa kedokteran sebagai pemimpin yang mampu mewujudkan Indonesia sehat dan berkontribusi aktif sesuai dengan kebutuhan masyarakat sesuai dengan masing-masing karakter yang dimilikinya. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 5 – 8 desember 2019. Seminar nasional diselenggarakan di Hotel Megaland Solo sedangkan NMDP diselenggarakan di Desa Jembungan dan Desa Sambon. Seminar Nasional Thalamus diselenggarakan pada tanggal 6 Desember 2019. Seminar tersebut menghadirkan beberapa pakar yang sangat ahli dalam bidang kesehatan reproduksi, yakni dr. Wibisono, Sp.U, Dr.dr. Danarto, Sp.B,Sp.U(K), dr. Hitaputra Agung Wardhana, Sp.B FINACS, dr. Adji Suwandono, S.H., Sp.F, Dr.dr. Satiti Retno Pudjiati, Sp.KK(K), dr Anung Sugihantono M.Kes, dan dr. Supanji, Sp.OG(K). Seminar Nasional dan NMDP yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UMS tersebut secara simbolis dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran UMS Prof.Dr.dr. EM Sutrisna, M.Kes.
Prof. Em Sutrisna dalam sambutannya tersebut tidak menyangka bahwa para peserta dari kalangan masyarakat umum, mahasiswa, co-ass, dokter umum, dan dokter spesialis pun ikut meramaikan pada seminar tersebut dan beliau mengharapkan agar acara yang seperti ini dilaksanakan setiap tahun.
Faiz Maulana selaku Ketua panitia seminar nasional Thalamus mengatakan mengucap syukur Alhamdulillah serta mengungkapkan terima kasih terutama kepada seluruh tim sukses acara seminar Thalamus tahun 2019 dan syukur alhamdulillah pelaksanaan seminar Thalamus dapat berjalan dengan lancar atas dukungan yang luar biasa dari seluruh pihak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
Terdapat pula acara yg diselenggarakan dihari berikutnya yaitu NMDP, yang mana pada acara tersebut diikuti oleh mahasiswa kedokteran dari seluruh Indonesia yang berjumlah 40 orang dari universitas yang berbeda dan kegiatan yang dilakukan ialah pengabdian masyarakat di Puskesmas Banyudono 2, Desa Jembungan dan Desa Sambon. Para peserta melakukan penyuluhan/pengajaran di Sekolah dasar yang ada di Desa Sambon dan Desa Jembungan serta melakukan pemeriksaan klinik bagi para lansia di yang ada di desa tersebut, setelah itu peserta melakukan PAP Smear pada ibu-ibu sebanyak 22 peserta dan melakukan sirkumsisi sebanyak 7 anak. Adapun dokter yang mendampingi peserta kegiatan PAP Smear yakni, dr. Yuni Prasetro, Sp.PA dan untuk kegiatan Sirkumsisi didampingi oleh dr. Hitaputra Agung Wardhana, Sp.B FINACS di Puskemas Banyudono 2.
Sekertaris Jendral Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) 2019-2020 Taufik Supriyana T, S.Ked dalam gelaran acara NMDP mengatakan untuk acara NMDP 2019 melihat dari perjalanannya ini sudah lebih dari cukup dan UMS juga menyelipkan banyak hal baik dan melibatkan desa binaan sebagai subjeknya dan ini juga ada manfaat sendiri pada UMS dan masyarakat sekitar yg dibina oleh ums dan ini menjanlin simbiosis mutualisme dari pelaksana dan ISMKI.
“harapan nmdp ini ada beberapa garis besar yg diselipkan, pertama diharapkan peserta bisa menjadi kader institusinya yg menggerakan community environment kampus masing-masing yang berbau ke bidang sosial dan menajdi agent of change dan yang kedua diharapkan para peserta bisa menjadi pemicu untuk penerus NMDP yang mana dikemudian hari lebih baik lagi” katanya di Hotel Megaland Solo, Sabtu(7/12)
Ketua Panitia NMDP Alfin Nafila dalam kegiatan NMDP mengatakan para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini sehingga rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar.
Ramadhan Al-Ayubi dari Universitas Baiturrahman Padang dan Irham Ma’ruf dari Universitas Muhammadiyah Makasar sebagai peserta NMDP menyatakan ada kesan menarik pada acara ini yaitu kami langsung melakukan tindakan dan yang menariknya lagi melakukan tindakan PAP Smear karena untuk tindakan pap smear sangat jarang dilakukan dibeberapa kegiatan sosial dari pada sirkumsisi maka dari itu kami sangat banyak mendapatkan ilmu dari kegiatan ini dan kami bisa melihat langsung desa binaan dari FKUMS.
