Prestasi gemilang telah diukir oleh dua mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional. Ainun Ni’mah Syawaliyah (angkatan 2023) dan Aswa Arsa Kumala (angkatan 2022) berhasil merebut posisi juara pertama pada lomba literature review di ajang Jenderal Ahmad Yani Scientific Competition (JAYSCO) 2025. Kompetisi bergengsi ini berlangsung secara virtual melalui platform Zoom Meeting selama dua hari, 27–28 September 2025. Kemenangan yang mereka raih ini tidak terlepas dari topik penelitian yang mereka angkat.
Penelitian mereka mengangkat tema mutakhir mengenai polimorfisme gen dalam terapi diabetes yang dipersonalisasi. Karya berjudul “Decoding Transcription Factor Seven Like Two Polymorphism: Clinical Implications for Personalized Antidiabetic Therapy” mengeksplorasi peranan krusial gen TCF7L2, terutama varian genetik rs7903146. Studi komprehensif dari sepuluh penelitian mengungkapkan bahwa individu pembawa alel T memiliki risiko lebih tinggi terkena Diabetes Melitus Tipe 2, menunjukkan respons yang kurang optimal terhadap sulfonilurea, dan cenderung mengalami kegagalan terapi lebih cepat. Namun, terapi berbasis incretin menunjukkan efektivitas superior pada kelompok genetik ini, membuka jalan bagi pendekatan pengobatan yang disesuaikan dengan profil genetik individual. Substansi penelitian yang mendalam ini pun mendapat sambutan luar biasa dari para ahli.
Kualitas karya ilmiah kedua mahasiswi ini mendapat pengakuan luar biasa dari panel juri. Pada sesi final, salah satu juri memberikan apresiasi tinggi dengan menyatakan bahwa literature review mereka telah mencapai standar publikasi dengan sedikit polesan tambahan. Pengakuan ini membuktikan bahwa mahasiswa FK UMS mampu menghasilkan penelitian berkualitas publikasi ilmiah nasional. Di balik kesuksesan ini, terdapat cerita menarik tentang bagaimana tim ini terbentuk.
Kolaborasi lintas angkatan menjadi kunci sukses pencapaian luar biasa ini. Aswa, yang merupakan Mahasiswa Berprestasi 1 FK UMS, berinisiatif mengajak juniornya Ainun untuk berpartisipasi dalam kompetisi prestisius ini. Langkah strategis Aswa bertujuan membuka kesempatan bagi adik tingkat untuk membangun portofolio prestasi unggulan. Ainun merespons dengan antusias, bahkan mengambil posisi ketua tim untuk memastikan namanya tercantum sebagai penulis utama ketika karya dipublikasikan. Yang mencengangkan adalah waktu singkat yang mereka butuhkan untuk mencapai prestasi ini.
Pencapaian spektakuler ini terwujud meskipun dikerjakan dalam tenggang waktu sangat terbatas. Hanya dalam satu minggu, kedua mahasiswi berhasil menyusun karya yang mampu menembus tingkat kompetisi nasional tertinggi. Kemenangan ini bukan semata-mata triumph individual, melainkan representasi kekuatan sinergi antar generasi akademik. Lebih dari itu, prestasi Ainun dan Aswa menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa FK UMS dapat mentransformasikan potensi kampus menjadi kontribusi nyata di panggung ilmiah nasional, sekaligus menawarkan harapan bagi kemajuan riset medis, khususnya dalam merealisasikan terapi diabetes yang dipersonalisasi.
Kunjungan: https://www.instagram.com/p/DPKxHVREjW7/