Kedokteran

UMS Resmi Buka PPDS Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer, Perkuat Kontribusi Kesehatan Nasional

ditulis pada
21 Februari 2026

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Program Studi Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 133/B/O/2026. Pembukaan program ini menjadi bagian dari komitmen UMS dalam memperkuat pengembangan akademik sekaligus menjawab kebutuhan nasional akan dokter spesialis layanan primer.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa pembukaan program spesialis merupakan wujud nyata inovasi dan pengembangan kelembagaan yang terus dilakukan UMS sebagai perguruan tinggi Islam berkelas dunia.

“UMS sebagai perguruan tinggi Islam berkelas dunia selalu melakukan inovasi tiada henti. Salah satu bentuknya adalah pengembangan akademik dan kelembagaan secara vertikal, mulai dari jenjang sarjana, profesi, magister, hingga spesialis. Penambahan Program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer ini menjadi bentuk komitmen UMS dalam memperkuat aspek kesehatan,” ungkapnya saat diwawancarai, Jumat, (20/2).

Ia menambahkan bahwa saat ini UMS telah memiliki jenjang pendidikan lengkap di Fakultas Kedokteran, mulai dari sarjana, profesi dokter, magister administrasi rumah sakit, hingga spesialis. Selain itu, tim task force UMS juga tengah mempersiapkan sejumlah program spesialis strategis lainnya sebagai bagian dari upaya menghadirkan kampus yang sehat, adaptif, progresif, dan moderatif.

Sementara itu, Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., menjelaskan bahwa percepatan pendirian PPDS ini tidak terlepas dari inisiatif pemerintah dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia. Pemerintah kemudian membentuk Satuan Tugas (Satgas) Akselerasi Pendirian PPDS untuk mempercepat pembukaan program spesialis di berbagai fakultas kedokteran.

Tim satgas memetakan sebanyak 144 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia dan menawarkan tiga skema pendirian PPDS, yaitu skema mandiri, skema cangkokan melalui pembinaan fakultas kedokteran lain, serta skema mandat langsung dari kementerian. Meski banyak institusi mengundurkan diri lantaran waktu persiapan yang singkat, FK UMS tetap melanjutkan proses hingga akhirnya dinyatakan lolos setelah melalui evaluasi lapangan oleh tim ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada pertengahan Januari.

Program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer atau Sp.KKLP memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, khususnya dalam memperkuat layanan kesehatan tingkat pertama. Dokter spesialis layanan primer diharapkan mampu menangani berbagai permasalahan kesehatan secara komprehensif di fasilitas kesehatan primer, sehingga mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit tingkat lanjut.

Flora menyebut program ini juga berperan dalam mendukung pemerataan distribusi dokter spesialis, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna memastikan akses layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat.

Flora menegaskan bahwa program Sp.KKLP FK UMS memiliki keunggulan melalui integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam seluruh proses pembelajaran. Keunggulan tersebut menjadi pembeda sekaligus memperkuat identitas FK UMS dalam mencetak dokter spesialis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki integritas dan nilai kemanusiaan yang kuat.

Dengan dibukanya Program Studi Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer PPDS berdasarkan SK Mendiktisaintek Nomor 133/B/O/2026, Dekan FK menyebut UMS optimistis dapat berkontribusi lebih luas dalam mencetak dokter spesialis berkualitas serta mendukung penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional di masa depan. (Fika/Humas)

Artikel Terkait

FK UMS dan FK UMMAT Gelar Workshop Literature Review, Dorong Pemanfaatan AI untuk Riset Berkualitas

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMAT) menyelenggarakan Workshop Literature Review di Hotel Novotel Solo, Rabu (10/6/2026). Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi akademik dan kemampuan penelitian dosen, khususnya dalam menyusun literature review yang sistematis, berkualitas, dan berbasis bukti ilmiah. Workshop diikuti dosen dari kedua institusi […]

Benarkah Homoseksual Lebih Berisiko Terjangkit IMS?

Kasus homoseksual di Solo mencuat setelah muncul laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi seksual sesama pria di kawasan Taman Sriwedari. Informasi tersebut bahkan mendapat perhatian dari aparat pemerintah daerah yang mengaku telah melakukan pemantauan rutin terhadap lokasi tersebut. Pewartaan Tribun Jateng menyebutkan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta Didik Anggono telah lama […]

Forum Forensik Regional Digelar di FK UMS

Surakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Regional (PIR) Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) Cabang Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Joglosepur) 2026 yang digelar pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Integrating Forensics into Medical Dispute Mitigation” dan diikuti sekitar 150 peserta secara luring maupun […]